Siapa Thomas Matulesy, Pattimura dan Martha tiahahu. Benarkah ada?
Pattimura itu sebenarnya nama marga di desa Latu dan Hualoy Seram Barat Maluku Tengah. Pattimura artinya Raja yang merendahkan diri. Di dessa Haria pulau saparua( Mal-Teng ) tempat lahir Thomas Matulessy tidak ada marga Pattimura. Kapitan pattimura yang asli ialah Achmad Lussy atau Mat Lussy.
Menurut sejarah dari Bpk m.Sapija dan orang Belanda dia itu Thomas Matulessy.
Waktu perang Pattimura ada yang nama Thomas ialah Thomas Hehanusa bekas serdadu Ingris pda waktu itu.Dia asal dari dessa Titawaai pulau Nusalaut.Turunannya sampai saat ini ada di dessa Hualoy.Thomas Hehanusa seorang Christen pada waktu itu masuk Islam dan di ganti nama Sinene Hehanusa atau kapitan Latuleanusa.
kapitan Pattimura alias Mat Lussy berperang sesama anak perempuannya bernama Buga Sina bukan Matha Christina Tiahahu. Thomas Hehanusa,kapitan Latutubaka serta Bunga Sina di bawa dengan kapal perang Belanda Evertsen dan di buang di laut Banda. Waktu Pattimura alias Mat Lussy di tangkap Belanda oleh penghianat bpk Raja seorang Christen dari dessa Booi pulau Saparua.
Mat lussy berkata kepada anaknya Bunga Sina dalam bahasa tanah” SINA SINA UMATHA TIAHAHEM”,yang maksudnya Sina Sina anakku kau akan mati untuk selama lamanya.
Munkin orang Belanda dengar perkataan ini SINA menjadi Christina UMATHA jadi Martha dan TIAHAHEM jadi Tiahahu.
Menurut sejarah Belanda yang terkenal pda waktu perang Pattimura yaitu Thomas Matulessy dan kapitan Anthony Reebok,sedankan pada saat itu ada banyak kapitan kapitan yang turut dalam pertempuran benteng Duurstde di Haria Saparua.

mungkin, itulah yg di sebut salah kaprah dlm penyusunan sejarah. yg asli malah di palsukan
aduh.. ini siapa yg tulis sejarah
seperti begini…biasanya yg
tulis seperti ini hanya mend-
engar cerita orang tampa ada
bukti..(Ngawur) M.C.Tiahahu
itu anaknya Paulus tiahahu..
Raja abubu bung..itu keluarga
nya masih ada jangan ngarang
katanya itu belanda artikan
lain…jgn tipu anak cucu..
“hidup sejarah”
klo anda merasa berita ini salah, buktikan klau MARTA CHRISTINA TIAHAHU yang anda klaim itu ada nyata bukan mitos…benarkah juga mereka berperang perang melawan penjajah yang jelas2 agama mereka sama…pun klo memamang mereka berperang melawan penjajah atas dasar apa…aneh bukan?
Udahlah gak usah bahas yang gak penting emang penjajahan mandang agama ? Waktu amerika diinvasi sebelum merdeka jelas2 agamanya sama, emang kalo mau mojokin minoritas di indonesia begini caranya ? Trus disaat noordin m top yg mengklaim sebagai seorang beragama, apakah akan didukung ? Apakah benar membunuh seperti itu (apalagi mayoritas korban indonesia dan juga beragama mayor).
kita bicara indonesia saja ok…sy mengakui bahwa nurdin m top adalah melakukan hal salah dan tidak berguna klau istilah kasarnya adalah melakukan teror kepada umat manusia…saya tidak pernah mendiskreditkan minoritas…yang saya inginkan buktikan bahwa thomas matulessi dan christina mt itu ada dan nyata..karena menurut saya penjajahan pasti membawa prinsip ideologi…tak perlu disebutkan penjajahan dimana mgkin anda sudah lebih paham…
hmmm…kalo gitu bagaimana kalo saya bertanya, apakah tulisan anda ini ada dasar kuatnya?
dari reply anda, anda seolah olah mengatakan tokoh pattimura tidak mungkin melawan belanda karena agama mereka sama? menurut saya kurang bijak, asumsi itu terlalu prematur
lalu anda melompat ke nurdin m top? apa korelasinya?
Pattimura ada dan beragama islam…dan Kapitan Pattimura yang sesungguhnya tidak berwajah seperti yang digambar atau dilukis seperti yang ada sekarang yaitu kumisan, berkulit gelap dan tidak juga berambut bergelombang karena masyakat maluku memiliki foto asli pejuang mereka patimura (sumber TVRI twntang khasanah ambon)… dan dapat dibaca buku API SEJARAH karya Ahmad Mansur Suryanegara…semua perjuangan sampai kemerdekaan buah karya ulama dan kaum muslimin…sekarang anda buktikan saja…thx Mas Fitorio Bowo Leksono sy sgt sng berdiskusi dengan anda.
hehehehe, saya sudah baca juga kok buku api sejarah itu, menarik, memberikan teori yang berbeda.
cuma saya sih tidak sepenuhnya percaya, buat saya itu bisa dijadikan salah satu referensi. tidak lebih dari itu.
buat saya, siapapun mereka, dari golongan manapun, dari agama apapun, selama mereka memperjuangkan kemerdekaan bangsa nusantara ini, maka buat saya mereka adalah pahlawan. termasuk juga para aktivis partai buruh belanda pada waktu itu yang gencar mendukung perjuangan kita di eropa.
dan siapapun mereka dari agama apapun mereka yang mengkhianati perjuangan kemerdekaan, maka mereka adalah musuh. termasuk sentot alibasyah yang mengkhianati pangeran diponegoro.
kalo penjajahan itu soal ideologi, lalu bagaimana dengan kita yang menginjak2 kemerdekaan timor leste dulu? lalu bagaimana dengan irak yang mengekang kurdi? buat saya penjajahan itu motifnya hampir sama, yaitu uang
indonesiaku indonesiamu