JIWA – JIWA SURGA (lanjutan 3)

Posted: 1 July 2008 in hikmah

Merekalah Jiwa-jiwa Surga
Yang akal tak lagi menangkap indahnya
Yang hati telah berdegup dengan lesatnya

“Mari ya Syabbab,…kita berjalan kembali” berkata sang utusan
Merekalah Jiwa-jiwa Surga

Yang dunia tunduk dibawah semangat dan cintanya
Yang harta luluh, lumpuh, bersimpuh, dibawah singgasana keagungannya
(bersambung)

Beerjalanlah mereka dan ditengahnya mereka mendapati sekelompok anak gadis yang rupawan. Mereka memiliki anting-anting yang gemerlapan ditimpa cahaya. Yang tidak tua renta dan tidak pula mati, wajahnya tidak berubah sedikitpun. Mereka bak mutiara yang bertebaran karena saking putihnya, cantik dan tampan parasnya. Mereka rapih tersimpan dan tidak pernah dijamah oleh siapapun.

Mereka berlalu lalang berjalan mengelilingi. Ribuan jumlanya. Kerlap cahayanya bak mutiara berkilau-kilauan, menambah indah suasana Surga.

Dalam hati, jiwa Surga berkata “diantaranya pasti ada istriku, pasti ada “Ainul Mardhiyah”

Seakan tahu isi hati, sang utusan berujar “Sabar ya Syabbab, itu adalah pelayan-pelayankamu yang disiapkan untuk memenuhi permintaanmu. Mari kembali kita berjalan.

Jiwa Surga itu pun semakin melupakan dunia. “Masih Adakah alasan buatku untuk menjawab kebodohanku” suara hati mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s