Jiwa – Jiwa Surga IV

Posted: 25 September 2008 in hikmah

Merekalah Jiwa-jiwa Surga
Tak ingat mereka dengan sawah dan ladang
Tak ingat mereka dengan wanita dunia

Ditengahnya, kembali mereka mendapati sekelompok wanita yang amboi, jauh melebihi kelompok pertama. Matanya halus sehalus kulit dan putih seputih warna. Sumsum tulang betisnya terlihat dari balik pakaiannya. Orang bisa melihat wajahnya dari dada mereka karena dada mreka laksana cermin.

Mereka selalu menundukkan pandangannya serta sebaya umurnya. Mereka bertelekan diatas permadani yang sebelah dalamnya adalah sutera. Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin.

Mereka selalu dipingit oleh kemah-kemah perawan dan kaya cinta. Kalau sekiranya salah seorang dari mereka itu datang ke dunia, pasti ia menyinari langit dan bumi dan memenuhi langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak.

Dalam hati, jiwa surga berkata “ diantaranya pasti ada istriku, pasti ada ”Ainul Mardhiyah”

Seakan tahu isi hati, sang utusan berujar “Sabar ya Syabbab, itu adalah bidadari-bidadari, yang disiapkan untuk melayanimu. Ainul mardhiyah masih didepan. Mari kembali kita berjalan.

Jiwa Surga berucap “Ya Allah, ampuni kelalaianku, mengapa tak bisa kutinggalkan dunia sementara janji-janjimu benar, syurgamu benar, nikmat yang ada di dalamnya benar, buah-buahnya benar, sungai-sungainya benar, bidadarinya benar,” suara hati mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s