JIWA – JIWA SURGA V

Posted: 13 October 2008 in hikmah

Merekalah Jiwa-jiwa Surga
Bergetar mereka mendengarkan salam Syurga

Silau mereka melihat wajah mataharinya

Jika Anda bertanya tentang pengantin-pengantin mereka dan istri-istri mereka, maka mereka adalah wanita-wanita yang montok payudaranya dan sebaya. Darah muda mengalir dalam organ tubuh mereka. Pipinya seperti bungan mawar dan apel. Payudaranya seperti bunga mawar dan apel. Payudaranya seperti buah delima. Gigi-giginya seperti mutiara lu’lu yang tersusun rapi. Pinggangnya halus dan mulus. Matahari terbenam jika mereka menampakkan wajahnya yang imut-imut. Kilat bercahaya jika mereka tersenyum.Jika Anda mendapat, maka silahkan berkomentar terhadap dua api yang berkobar-kobar. Jika mereka berbicara dengan suami-suaminya maka laksana dua sejoli yang sedang memadu kasih. Jika ia dirangkul, maka seperti rangkulan dua ranting pohon. Wajah suaminya bisa dilihat dari pipinya sebagaimana wajah bisa dilihat dari kaca cermin yang putih bersih.

Sumsum tulang betisnya bisa dilihat dari luar. Keindahannya susmsum tulang betisnya dan pakaiannya. Jika mereka menampakkan diri di dunia, maka aromanya memenuhi antara langit dan bumi.

Tutup kepalanya lebih baik ketimbang dunia dan seisinya. Penambahan usia mereka malah membuatmereka semakin cantik dan menarik. Putaran waktu justru membuat meeka semakin cinta dan akrab dengan suami-suaminya. Mereka bebaa dari kehamilan, melahirkan, haidh dan nifas. Mereka bersih dari dahak, ludah, urine, tinja dan semua kotoran.

Setiap kali suminya memandangnya, ia memenuhi hatinya dengan kebahagiaan. Setiap kali ia berbicara dengan suaminya, ia memenuhi telinga suaminya dengan mutiara lu’lu’ yang tersusun rapi dan disebar kemana-mana. Jika ia menampakkan diri maka istana ghuraf penuh dengan cahaya.

Dalam hati, Jiwa Surga berkata, “Diantaranya pasti ada istriku, pasti ada “Ainul Mardhiyah”

Seakan tahu isi hati, sang utusan berujar, “Sabar ya Syabbab, itu adalah bidadari-bidadari, yang disiapkan untuk melayanimu. Ainul Mardhiyah masih didepan. Mari kembali kita berjalan.”

Jiwa Surga berucap, “Ya Allah, ampuni kelalaianku, mengapa tak bisa kutinggalkan dunia sementara janji-janjimu benar, syurgamu benar, nikmat yang ada di dalamnya benar, buah-buahnya benar, sungai-sungainya benar, bidadarinya benar.” suara hati mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s