Reformis, Pragmatis, Oportunis, Opor ayam dan Teh manis

Posted: 18 May 2009 in study

Pelajaran dari dunia politik adalah begitu banyak godaan dunia (harta, tahta & wanita) yang harus dilewati yang akan membuat siapa saja bisa terjerumus atau  lepas bebas dari godaan tsb, semua tergantung bagaimana seseorang bisa meluapkan dan melupakan.

Ketika politik hanya dijadikan sesuatu kearah busuk jadilah politik kebusukan tapi bila bila harum menjadi politik kebaikan tapi bagaimana bila bila semua kepentingan menjadi satu yaitu kebaikan dan kebusukan bersatu padu merajut kebersamaan mencapai tujuan, entah apa namanya politik abu2 atau politik pelangi atau politik kebersamaan atau lainnya.

Semua bersatu padu  dari tokoh mayrakat, agama ulama, pencuri, hingga perampok memulai dan membentuk suatu kesepakatan lokal, nasinal maupun internasional…yang katanya untuk kepentingan bangsa yang sedang mencari keharmonisan seluruh pihak agar negeri menjadi negeri yang makmur sejahtera aman nyaman dan disegani di tingkat internasional.

Mungkinkah mereka yang megatakan reformis bersatu dengan para pragmatis dan oportunis, apakah jaminan ketika kontrak politik disepakati dengan serenteng janji dan sangsi juga konsekuensi yang dijalani penuh dengan tipu muslihat…siapkah para reformis bila kontrak politik tersebut di ingkari dan di khiannati secara sepihak oleh mereka2 yang pragmatis dan oportunis atau relakah mereka oportunis & pragmatis bila kontrak politik berjalan sesuai adanya?

oporayam1Lalu bagaimana para simpatisan para reformis yang selalu merindukan dan mendambakan para pertinggi reformis selalu setia di rel reformasi tanpa harus menyatu dengan para pragmatis dan opotunis, bagaimanakah menjelaskan pemikiran dan isu yang berkembang kepada mereka yaitu masyarkat yang telah jatuh hati kepada para reformis lewat kata2 mereka yang santun dan tidak tanduk mereka yang bersahaja tidak macam-macam…lalu dipatah hatikan dengan segala upaya yang bernama politik pelangi kebersamaan >>> politik yang bersatu padu antara yg baik dan buruk, yang hanya dapat dimengeti oleh petinggi tapi tidak dimegerti oleh mereka yang awam.

Lalu bagaimana mereka para simpatisan oportunis dan pragmatis yang juga merindukan dan mendambakan kecipratan hal2 yang menakjubkan dalam hidup yang serba wah, apa jadinya meraka kalau hal tersebut tidak kesampaian dan terwujud…siapa yang dapat menjelaskannya ketika merka telah mengantungka harap dan cintanya  kepada petinggi mereka.

Sebuah ironi ketika mereka bertemu dalam kata cinta yang penuh muslihat dalam sebuah perjamuan yang penuh tawa, canda dan tiada duka jua luka…yang disaat itu ada opor ayam yang lezat dan segelas es teh manis.

tehmanisTak tersadar disana banyak sekali jutaan orang berpeluh dalam kesusahan hidup yang selalu berharap dan berdoa agar para petinggi tersebut selalu memperjuangkan kelayakan hidup sebagai seorang manusia, yang jangan selalu dimanfaatkan ketika berkampanye tapi ketika mereka telah mencapai kekuasaan dan kepuasan mencampakkan seakan mereka tak pernah ada dimuka bumi ini.

Hmmm begitu terasa nikmatnya opor ayam dan teh manis…lalu dimanakah posisi anda reformis, pragmatis atau oportuniskah? Atau masa bodo terhadap semuanya yang penting bisa menikmati opor ayam dan teh manis, jadi Hanya anda yang tau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s